Minggu, 31 Agustus 2014

Karma

Anda percaya karma? Mungkin kebanyakan bilang iya.... saya sendiri awalnya susah untuk percaya. Biasanya saya hanya mendengar dari cerita teman ataupun dari televisi. Kalau di bilang apakah saya tahu karma? Saya pasti bilang tidak begitu tahu, cuma pendapat saya menyatakan apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Tapi entah kenapa, saya suka sekali akhir akhir ini bilang karma. Karena suasana hati saya yang begitu sumpek melihat orang itu.

Karma.... 1 kata yang begitu menyesakkan. Apalagi melihat saudara sendiri yang mengalaminya. Tapi terkadang rasa puas menghinggapi dada menyaksikan apa yang ingin kita lihat. 1 hal yang pasti jangan menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa kita, lihatlah ke diri sendiri dulu, siapa tahu saja yang menyebabkan karma adalah diri sendiri.

Karma.... jangan sekali sekali kamu menyakiti ibumu. Memang, mungkin ibumu sudah memaafkanmu, tapi perkataan yang dulu sempat terlontar dari ibumu ketika kau menyakitinya, air mata yang sudah mengalir deras dari matanya, menyebabkan dirimu menerima karma.

Karma... ketika dengan pongahnya kau menyombongkan diri di depan ibumu. Ketika kau memalingkan muka dari ibumu. Ketika kau membohongi ibumu. Ketika kau menikam ibumu dari belakang, dan ketika semua kekecewaan telah kau limpahkan kepada ibumu. Jangan salahkan karma datang kepadamu.

Karma..... saksi mata adalah diriku sendiri, ketika dirimu teerpuruk. Walaupun kau tutupi dengan senyum yang palsu, aku sudah melihatnya sendiri. Melihat egomu yang tetap ada, apakah tidak berkeinginan membasuh kaki ibumu?

Karma... sampai kapan kesombongan tetap ada. Sampai kapan tetap seperti ini. Janji yang tak di tepati. Seorang ibu yang tetap berharap sambil menahan sakit di hatinya. Hai karma, sampai kapan ini berlanjut.

Rambutku memutih seperti rambut ibuku, memikirkan kesedihan tak berujung. Hai karma, semoga aku tidak menjadi seperti dia. Hai karma, semoga aku mandapat surga di kakinya. Hai karma, menjauhlah dariku. Semoga aku menjadi anak yang mengerti hati dan keinginan ibuku.

note : gambar dari www.zauryjusuf.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar